45 News, Lampung Utara – Kondisi infrastruktur jalan desa di Kabupaten Lampung Utara kembali menjadi sorotan. Kali ini, keluhan datang dari masyarakat Desa Padang Ratu, Kecamatan Sungkai Utara, yang mengaku telah bertahun-tahun hidup dengan kondisi jalan desa yang rusak parah tanpa perbaikan berarti dari pemerintah.
Jalan desa tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan permukiman warga dengan berbagai fasilitas penting, termasuk lembaga pendidikan seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Padang Ratu. Setiap hari, ratusan pelajar terpaksa melintasi jalan berlubang, licin, dan berlumpur demi menempuh pendidikan.
Keluhan itu disampaikan oleh Toni, salah satu warga Desa Padang Ratu, yang menyebut kerusakan jalan sudah berlangsung sangat lama dan semakin membahayakan, terutama saat musim hujan.
“Jalan ini sudah bertahun-tahun rusak. Setiap hari anak-anak sekolah lewat sini. Kalau hujan, jalannya licin, berlubang, bahkan sering tergenang air. Sangat berbahaya bagi anak-anak,” ujar Toni kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak tidak hanya berdampak pada keselamatan pelajar, tetapi juga menghambat aktivitas masyarakat secara umum. Warga sering mengalami kesulitan saat beraktivitas, baik untuk ke sekolah, ke pasar, maupun mengakses pelayanan pemerintahan di tingkat kecamatan.
“Kalau pagi hari anak-anak sekolah sering jatuh. Motor tidak bisa lewat dengan lancar, apalagi kendaraan roda empat. Kami khawatir kalau suatu saat ada kejadian yang lebih fatal,” tambahnya.
Toni menjelaskan bahwa jalan tersebut menjadi urat nadi kehidupan warga desa. Selain sebagai akses pendidikan, jalan itu juga digunakan warga untuk mengangkut berbagai hasil pertanian. Akibat kondisi jalan yang rusak, biaya transportasi menjadi lebih mahal dan waktu tempuh semakin lama.
“Kalau mau bawa hasil panen ke luar desa, kami harus ekstra hati-hati. Kadang kendaraan mogok atau terjebak di jalan berlumpur. Ini jelas merugikan masyarakat,” katanya.
Keluhan serupa juga dirasakan oleh para orang tua siswa. Mereka mengaku waswas melepas anak-anak berangkat sekolah setiap hari, terutama saat cuaca buruk. Tidak sedikit pelajar yang harus berjalan kaki melewati jalan becek demi sampai ke sekolah tepat waktu.
“Anak-anak kami ingin sekolah dengan aman. Jalan rusak ini sudah terlalu lama dibiarkan. Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban baru pemerintah bergerak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga Desa Padang Ratu menilai kondisi ini mencerminkan masih adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur desa, terutama di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten. Mereka berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat desa, khususnya infrastruktur jalan.
Hingga saat ini, masyarakat mengaku belum melihat adanya perbaikan signifikan atau program pembangunan yang menyentuh langsung jalan desa tersebut. Meski beberapa kali dilakukan penimbunan seadanya oleh warga secara swadaya, upaya itu dinilai tidak mampu bertahan lama.
“Pernah ditimbun, tapi tidak lama rusak lagi. Itu pun pakai dana swadaya warga. Kami berharap ada pembangunan yang benar-benar layak dan tahan lama,” kata Toni.
Jalan Desa Padang Ratu sendiri memiliki peran strategis karena menghubungkan beberapa dusun dengan pusat desa dan fasilitas umum lainnya. Kerusakan jalan juga berdampak pada layanan darurat, seperti saat warga membutuhkan akses cepat ke fasilitas kesehatan.
“Kalau ada orang sakit dan harus dibawa keluar desa, jalannya sangat menyulitkan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal keselamatan,” lanjutnya.
Warga menilai perbaikan jalan desa seharusnya menjadi prioritas, mengingat dampaknya yang luas terhadap pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan perbaikan secara menyeluruh.
“Kami hanya ingin jalan yang layak, agar anak-anak bisa sekolah dengan aman dan aktivitas warga bisa berjalan normal,” ungkap Toni.
Masyarakat Desa Padang Ratu juga berharap pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara merata dan berkelanjutan, tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan atau pusat pemerintahan saja. Mereka menegaskan bahwa desa juga memiliki hak yang sama untuk menikmati pembangunan.
“Kami tidak meminta yang mewah. Jalan yang layak dan aman sudah cukup bagi kami,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Utara maupun instansi teknis terkait mengenai rencana perbaikan jalan desa di wilayah tersebut. Warga berharap keluhan yang disampaikan dapat segera mendapat respons dan tindak lanjut nyata.
Dengan kondisi jalan yang masih memprihatinkan, masyarakat Desa Padang Ratu terus berharap agar pemerintah hadir memberikan solusi konkret. Mereka menilai perbaikan infrastruktur jalan merupakan investasi jangka panjang demi masa depan pendidikan dan kesejahteraan generasi muda di desa tersebut.
🟨 Editor: Redaksi 45 News
📅 Rabu, 14 Januari 2026




إرسال تعليق